Wednesday, 21 August 2013

PELAN LANTAI MASJID NABAWI PENTING UNTUK JEMAAH HAJI DAN UMRAH.




Masjid Nabawi






.
 Pengetahuan tentang tempat atau spot-spot tertentu di dalam masjid ini yang mustajab doa (contohnya di kawasan Raudhah, tiang pohon kurma, tiang Abu Lubabah, tiang Aishah dan lain-lain) adalah sangat penting untuk para jemaah Haji atau Umrah.  Apabila kita mengetahui sejarah dan fadilatnya kita akan merasa satu getaran yang maha hebat untuk beribadat di dalam masjid ini.  Kenikmatannya tidak dapat saya ceritakan dengan kata-kata....tiada bahasa seindah rasa dan saya selalu berdoa agar diberikan lagi kesempatan untuk beribadah di masjid ini dan mengunjungi makam Rasulullah SAW.

 Saifol Hamree Hamid




.
1. TIANG DUTA/UTUSAN: Nabi SAW menggunakan tempat ini untuk menemui para utusan yang datang. Beberapa Sahabat terkemuka duduk disekitar beliau selama pertemuan berlangsung.
 
2. TIANG PENGAWAL: Menjadi tempat berdiri para pengawal Nabi SAW. Matori berkata, “Pintu rumah Aisyah RA berhadapan dengan tiang ini, dan Nabi SAW melalui pintu ini menuju ke Masjid Nabawi.”
 
3. TIANG TEMPAT TIDUR: Abdullah bin Umar RA bercerita, “Nabi SAW menggunakan tempat ini sebagai tempat tidur beliau selama I’tikaf.
 
4. TIANG ABU LUBABAH: Tertulis padanya. Seperti disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir, Nabi SAW bermaksud untuk menghukum Bani Quraizzah (sebuah suku Yahudi) atas pengkhianatannya kepada Nabi SAW. Abu Lubabah RA ditunjuk sebagai penengah. Dia secara tidak sengaja membocorkan rahsia Nabi SAW kepada suku Yahudi itu. Abu Lubabah segera menyedari kesalahannya dan mengikat dirinya sendiri pada tiang ini, hingga Allah SWT menerima taubatnya. Setelah tujuh hari, Nabi SAW menerima wahyu mengenai diterimanya taubat Abu Lubabah dan melepaskan ikatanya dengan tangan beliau sendiri. Al Qur’an, Surat Al Anfal, Ayat 27 – 28 diwahyukan untuk meberikan kepada kita sebuah pelajaran. Yakni mengkhianati kepercayaan adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal bagi para Sahabat Nabi SAW, sehingga mereka melakukan tindakan yang luar biasa untuk memperbaiki kesalahannya.
 
5. TIANG AISYAH: Tabrani menyebutkan Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Ada tempat yang sangat penting di dalam Masjid Nabawi yang mulia, jika seorang mengetahuinya, mereka akan mengadakan undian untuk mendapatkan kesempatan agar boleh solat di sana”.
Suatu hari para Sahabat bertanya kepada Aisyah RA tentang tempat ini. Beliau menolak untuk memberitahukan tempat tersebut. Akhirnya para Sahabat pergi, sedangkan Aisyah RA masih bersama dengan keponakannya Abdullah bin Zubair RA. Kemudianya para Sahabat memperhatikan bahwa Abdullah bin Zubair RA melakukan solat dekat dengan tiang Aisyah. Para Sahabat meyakini bahwa Aisyah RA memberitahukan tempat tersebut secara rahsia kepada keponakannya.
Nabi SAW pernah mengimami solat dari titik ini selama beberapa hari setelah perubahan qiblat dari Masjid Al Aqsa ke Ka’bah di Makkah. Kemudianya, beliau selalu mengimami solat dari titik yang sekarang dikenal sebagai Mihrab Nabawi As Syarif.
 
6. TIANG MUKHALLAQAH: Jabir RA meriwayatkan seperti disebutkan dalam hadits Buhari, “Nabi SAW bersandar pada sebatang pohon kurma (yang awalnya terletak pada tempat dimana tiang ini berada) ketika melakukan khutbah Jumaat, kaum Ansar dengan hormat menawarkan pada Nabi SAW, kami dapat membuat sebuah mimbar untukmu, jika engkau menyetujuinya”.
Nabi SAW menyetujuinya dan sebuah mimbar yang terdiri dari 3 anak tangga dibangun. Ketika Nabi SAW duduk di atas mimbar ini untuk berkhutbah, para Sahabat mendengar batang pohon kurma itu menangis seperti anak kecil. Nabi SAW mendekati pohon yang sedang menangis ini dan kemudian memeluknya. Pohon ini lalu tenang setelah sebelumnya terisak-isak seperti unta betina. Pohon kurma tersebut menangis kerana ia tidak digunakan lagi untuk mengingat Allah SWT.
Sejak itu batang pohon tersebut diberi sejenis pewangi yang disebut Khaluq. Dan kemudian, tiang dimana pohon kurma itu dulu berada, dikenal dengan sebutan tiang Mukhallaqah.
 
7. MIHRAB NABAWI: Tidak ada mihrab di dalam Masjid Nabawi pada masa pemerintahan Nabi SAW dan empat Khalifah yang pertama. Pada tahun 91 H, Umar bin Abdul Aziz pertama kali melakukan solat di sini di dalam sebuah bentuk mihrab. Jika kita berdiri di dalam mihrab ini dan melakukan solat, tempat sujud kita akan terletak di tempat dimana kaki Nabi SAW berpijak. Dinding tebal mihrab ini menutupi tempat sujud Nabi SAW yang sebenarnya.
 
8. MIHRAB USTMANI: Khalifah Uthman RA mengimami solat di tempat ini. Sekarang, Imam Masjid Nabawi juga mengimami solat di sini. Umar bin Abdul Aziz kemudian membangun sebuah mihrab di sini.
 
9. MIHRAB HANAFI: Sebelumnya Imam solat dari empat Mazhab (Hanafi, Syafi’i, Maliki, dan Hambali) mengimami solat di Masjid Nabawi secara terpisah pada waktu yang sedikit berbeza dan tempat yang berbeza. Imam Hanafi mengimami solat pada tempat ini. Namun kini, hanya satu solat berjemaah yang diselanggarakan di Masjid Nabawi, yang dipimpin oleh Imam dari Mazhab Hambali. Hal ini berlaku sejak kekuasaan dipegang oleh Pemerintahan Saudi.
 
10. MIHRAB TAHAJUD: Nabi Muhammad SAW melakukan solat tahajjud di tempat ini.
 
11. MIMBAR: Seperti disebutkan dalam hadits Bukhari Muslim dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda “Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman syurga dan mimbarku akan berada di telaga Kautsar pada hari Kiamat”. Berbagai pemerintahan muslim mengirimkan mimbar untuk Masjid Nabawi dari waktu ke waktu. Mimbar yang ada sekarang, dikirim oleh Sultan Murad ke-3 dari Dinasti Usmani pada tahun 998 H.
 
12. TEMPAT MUAZZIN: Tempat ini, berupa balkoni segi empat, terletak di sebelah Utara Mimbar Nabi. Tempat ini selain menjadi tempat azan juga sebagai tempat solat muadzin dan untuk menguatkan suara takbir pada solat lima waktu.
 
13. PANGGUNG DISEKITAR TEMPAT TAHAJJUD: (tidak ada keterangan – pent.)
 
14. PANGGUNG TEMPAT PETUGAS KEAMANAN: Jika kita memasuki Masjid Nabawi dari Bab Jibril, panggung ini akan berada di sebelah kanan. Dibangun oleh Sultan Nuruddin Zanki. Panggung ini sebenarnya bukanlah tempat dari Ahlu Suffah, seperti perkiraan banyak peziarah.
 
15. TEMPAT AHLU SUFFAH: Suffah bererti tempat berteduh. Sahabat Nabi yang miskin dan tidak memiliki rumah, bertempat tinggal di Suffah. Di sini mereka mendapat pendidikan tentang Islam dan mengamalkannya. Jika kita berjalan dari tiang Aisyah berlawanan dengan arah qiblat, Suffah berada setelah tiang ke-5. Namun setelah Nabi SAW memperluas Masjid pada tahun ketujuh Hijriah, Suffah dipindah sekitar sepuluh meter kearah Timur, seperti yang tergambar pada pelan lantai Masjid Nabawi.
 
16. BAB (PINTU) BAQI’: Pintu ini berhadapan dengan Bab Salam.
 
17. BAB (PINTU) JIBRIL: Terletak di bahagian Timur, disebut juga Bab Nabi, kerana beliau selalu masuk melalui pintu ini. Adapun alasan penyebutan Bab Jibril adalah sebuah riwayat dari Aisyah RA, “Ketika Nabi SAW pulang dari Khandaq, dan meletakkan senjata kemudian mandi, Jibril AS mendatangi Beliau seraya berkata, ‘Engkau meletakkan senjatamu?, demi Allah kita belum (bisa) meletakkan senjata, pergilah menuju mereka’, Nabi SAW berkata, ‘kemanakah?’, Jibril AS menjawab, ‘ke sini’, dia menunjuk Bani Quraizzah. Maka Nabi SAW keluar menuju mereka.
 
18. BAB (PINTU) NISA: Pintu ini dibuka oleh Umar ibn Khattab tahun 12 H. Beliau mengatakan, “Alangkah baiknya kalau pintu ini dikhususkan untuk wanita”.
 
19. BIR (SUMUR) HA: Jika kita memasuki Masjid dari bahagian paling kiri dari Bab Fahd, sumur ini berlokasi sekitar15 meter ke dalam Masjid dan ditandai dengan 3 lingkaran. Nabi SAW terkadang mendatangi sumur ini dan meminum airnya. Sumur dan taman yang mengelilinginya dimiliki oleh Abu Talhah. Ketika dia mendengar ayat 92 surat Ali Imran yang berbunyi:
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Abu Talhah RA segera mengimfakkan taman ini kerana mengaharapkan Redha Allah SWT. Inilah contoh bagaimana para Sahabat bereaksi terhadap ayat-ayat al Qur’an dan secara spontan langsung mengerjakan perintah Allah dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
 
20. BAB (PINTU) SALAM: Umar ibn Khattab RA membuka pintu ini yang terletak di tembok Masjid bahagian Barat, ketika dilakukan pembaikan Masjid tahun 12 H. Dinamakan Bab as Salam kerana letaknya sejajar dengan tempat penghormatan berupa salam kepada jasad Rasulullah SAW.
 
21. RUMAH ABU BAKAR RA: Jika kita berjalan dari mimbar melalui Bab Siddiq, rumah ini berlokasi setelah tiang ke-5 sejajar dengan Bab Siddiq. Suatu hari Nabi SAW bersabda, “Semua pintu rumah-rumah yang terbuka langsung ke dalam Masjid harus ditutup kecuali pintu rumah Abu Bakar”. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Abu Bakar RA akan menjadi khalifah pertama.
.
Sumber: http://www.imtiazahmad.com/
.
Denah Masjid Nabawi dan  Raudah
.
Keterangan :
1. Makam Rasulullah Saw
2. Makam Sy. Abu Bakar as Shiddiq
3. Makam Sy. Umar ibn Khathab
4. Tempat yang menurut suatu riwayat disediakan untuk Nabi Isa AS, ada 2 kemungkinan yaitu berada lurus dengan Rasulullah saw atau berada dibelakang Sy Umar ibn. Khathab
5. Tempat peristirahatan Siti Aisyah ra.
6. Tempat kedatangan malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu kepada Rasulullah saw.
7. Dinding kamar Siti Aisyah, yang dibina sendiri oleh Rasulullah saw, hingga saat ini tembok tersebut masih berdiri kukuh
8. Dinding makam berbentuk segilima, yang dibangun oleh Umar ibn Abd Aziz, agar makam Rasulullah saw tidak menyerupai ka’bah dan terlalu dipuja oleh umat Islam.
9. Dinding segi lima lapis kedua yang dibangun oleh sultan Qait bay dari Mesir
10. Tiang-tiang yang memperkuat dinding segilima lapis kedua
11. Bahagian dari raudhah yang terdapat dibahagian dalam tembok kamar makam.
12. Bahagian dari raudhah yang terdapat diluar kamar makam, (nombor 12 tidak terdapat pada detail gambar, kawasan ini adalah tempat yang biasanya dijadikan rebutan oleh umat Islam)
13. Kawasan dengan nombor 13 adalah bukan bahagian dari raudhah.
14. Kediaman siti Fathimah ra.
15. Mihrab didalam kediaman siti Fathimah, yang dibangun oleh sultan Qait bay
16. Mihrab tempat tempat Rasulullah seringkali bertahajud seorang diri
17. Tempat Rasulullah solat tahajud berjemaah bersama ahli suffah, tempat ini berada dibelakang kediaman st Fathimah
18. Lubang besar terletak dibahagian depan, lubang ini lurus searah dengan makam Rasulullah saw
19. Lubang kecil terletak dibahagian depan searah dengan makam sy Abu Bakar ra
20. Lubang kecil dibahagian depan searah dengan makam sy Umar Ibn Khaththab ra
21. Tempat beberapa batu sisa-sisa kediaman Rasulullah saw, yang kemudian dibuang pada masa Khalifah Al Walid ibn Abd. Malik
22. Usthuwanah al Sarir, tempat Rasulullah saw beristirahat ketika terlalu letih beribadah
23. Usthuwanah al Wufud, tempat Rasulullah seringkali menerima tamu-tamu penting
24. Usthuwanah al Hirs, tempat para sahabat bersiap siaga menjaga Rasulullah saw, seringkali sy Ali ibn Abi Thalib bersiap siaga ditempat tersebut
25. Bab Al Taubah, pintu masuk makam dibahagian depan
26. Bab Aisyah, pintu masuk makam dibahagian samping dari arah raudhah
27. Lubang kisi-kisi yang lurus searah dengan kepala Rasulullah saw yang mulia.
28. Lubang kisi-kisi yang lurus searah dengan kaki Rasulullah saw yang mulia
29. Beberapa pintu masuk menuju makam Rasulullah saw
30. Lingkaran kubah kecil yang berada tepat diatas makam Rasulullah saw
31. Lingkaran kubah lapis kedua, yang disebut kubah al zarqa’
32. Lingkaran kubah lapis ketiga, atau kubah al khadra’ (kubah hijau) yang terlihat dari bagian luar makam.
33. Bahagian dari kamar makam (tertulis dengan nombor 32)
34. Panggung setinggi kurang lebih 30 cm, tempat para ahl suffah berjemaah solat tahajud bersama Rasulullah saw
35. Panggung setinggi kurang lebih 60 cm, tempat ahl suffah biasa berkumpul
36. Usthuwanah al taubah
37. Usthuwanah A’isyah
38. Mihrab tempat solat Rasulullah saw
39. Usthuwanah al Mukhallaqah
40. Mimbar Rasulullah saw
41. Panggung tempat adzan
.
Sumber: http://hoeda.web.id/
.
Berikut kami tampilkan pula gambar Masjid Nabawi dilihat dari citra satelite. Tanda X adalah kubah masjid, di mana makam Rasulullah berada.


Citra Satelite Masjid Nabawi
Citra Satelite Masjid Nabawi

“Solat di masjidku ini [Masjid Nabawi] lebih utama 1.000 kali dibanding solat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram dan solat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali solat daripada masjid lainnya.” [HR Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim].
.

Tuesday, 20 August 2013

PESAN IMAM SYAFIE

 
SEBELUM Imam Syafie pulang ke rahmatullah,beliau sempat berwasiat kepada para muridnya dan umat Islam seluruhnya. Berikut ialah kandungan wasiat tersebut:

"Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan sepuluh perkara."

PERTAMA: HAK KEPADA DIRI.
Iaitu: Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.

KEDUA: HAK KEPADA MALAIKAT MAUT
Iaitu: Mengqadhakan kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang kita zalimi, membuat
persediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah.

KETIGA : HAK KEPADA KUBUR
Iaitu : Membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat Tahajjud dan membantu orang yang dizalimi.

KEEMPAT: HAK KEPADA MUNKAR DAN NAKIR
Iaitu : Tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.

KELIMA : HAK KEPADA MIZAN (NERACA TIMBANGAN AMAL
PADA HARI KIAMAT)
Iaitu : Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesusahan.

KEENAM : HAK KEPADA SIRAT (TITIAN YANG MERENTANGI
NERAKA PADA HARI AKHIRAT)
Iaitu : Membuang tabiat suka mengumpat, bersikap warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.

KETUJUH : HAK KEPADA MALIK (PENJAGA NERAKA)
Iaitu : Menangis lantaran takutkan Allah SWT, berbuat baik kepada ibu bapa, bersedekah secara terang-terangan serta sembunyi dan memperelok akhlak.

KELAPAN : HAK KEPADA RIDHWAN (MALAIKAT PENJAGA
SYURGA)
Iaitu : Berasa redha dengan Qadha’ Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat Allah dan bertaubat dari melakukan maksiat.

KESEMBILAN : HAK KEPADA NABI S.A.W
Iaitu : Berselawat ke atas baginda, berpegang dengan syariat, bergantung kepada as-Sunnah (Hadith), menyayangi para sahabat, dan bersaing dalam mencari keredhaan Allah.

KESEPULUH : HAK KEPADA ALLAH SWT
Iaitu : Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.


Credit: Koleksi Short Note Ustaz Azhar Idrus

Sunday, 18 August 2013

TIPS IBUBAPA GENIUS

~TIPS IBU BAPA GENIUS~

 

1. Jangan pukul anak dari lutut ke atas.

2. Jangan gunakan tangan/anggota tubuh kita utk memukul anak dengan tangan dan jangan sesekali menampar anak pakai tangan kita. nanti anak jadi bertambah degil dan nakal dan tak boleh control.

3. Rotan/pukul anak di telapak kakinya . Secara saintifiknya ada kaitan dengan refleksologi dan merangsang ke bahagian otak.

Sabda Rasulullah SAW

“Berguraulah dengan anak kamu kala usianya satu hingga tujuh tahun. Berseronok dengan mereka, bergurau hingga naik atas belakang pun tak apa. Jika suka geletek, kejar atau usik anak asalkan hubungan rapat. Lepas tujuh hingga 14 tahun kita didik dan ajar, kalau salah pukullah dia (sebagai pengajaran)”


4. Mulakanlah hidup anak anda dengan nama panggilan yang baik. Nama panggilan yang kurang baik akan menyebabkan anak anda malu dan merasa rendah diri. (Dalam Islam sendiri nama panggilan yang baik adalah digalakkan).

5. Berikan anak anda pelukan setiap hari (Kajian menunjukkan anak yang dipeluk setiap hari akan mempunyai kekuatan IQ yg lebih kuat daripada anak yang jarang dipeluk).

6. Pandanglah anak anda dengan pandangan kasih sayang (Pandangan ini akan membuatkan anak anda lebih yakin diri apabila berhadapan dengan persekitaran).

7. Berikan peneguhan setiap kali anak anda berbuat kebaikan (Berilah pujian, pelukkan, ciuman, hadiah ataupun sekurang-kurangnya senyuman untuk setiap kebaikan yang dilakukannya).

8. Janganlah mengharapkan anak anda yang belum matang itu melakukan sesuatu perbuatan baik secara berterusan, mereka hanya kanak-kanak yang sedang berkembang. Perkembangan mereka buatkan mereka ingin mengalami setiap perkaratermasuklah berbuat silap.

9. Apabila anda berhadapan dengan masalah kerja dan keluarga,pilihlah keluarga (Seorang penulis menyatakan anak-anak terus membesar. Masa itu terus berlalu dan tak akan kembali).

10. Di dalam membesarkan dan mendidik anak-anak, janganlah tuan/puan mengeluh. Keluhan akan membuatkan anak-anak merasakan diri mereka beban.

11. Dengarlah cerita anak anda, cerita itu tak akan dapat anda dengari lagi pada masa akan datang. Tunggu giliran anda untuk bercakap (Ini akan mengajar anak anda tentang giliran untuk bercakap)

12. Tenangkan anak anda setiap kali mereka memerlukannya.

13. Tunjukkan kepada anak anda bagaimana cara untuk menenangkan diri. Mereka akan menirunya.

14. Buatkan sedikit persediaan untuk anak-anak menyambut harijadinya. Sediakanlah hadiah harijadi yang unik walaupun harganya murah. Keunikan akan membuatkan anak anda belajar menghargai. (Anak2 yg dtg daripada persekitaran yang menghargai akan belajar menghargai orang lain).

15. Kemungkinan anak kita menerima pengajaran bukan pada kali pertama belajar. Mereka mungkin memerlukan kita mengajar mereka lebih daripada sekali.

16. Luangkanlah masa bersama anak anda diluar rumah, peganglah tangan anak-anak apabila anda berjalan dengan mereka. Mereka tentu akan merasa kepentingan kehadiran mereka dalam kehidupan anda suami isteri.

17. Dengarlah mimpi ngeri anak-anak anda. Mimpi ngeri mereka adalah begitu real dalam dunia mereka.

18. Hargailah permainan kesayangan anak anda. Mereka juga dalam masa yang sama akan menghargai barang-barang kesayangan anda. Elakkan daripada membuang barang kesayangan mereka walaupun sudah rosak. Mintalah kebenaran mereka sebelum berbuat demikian.

19. Janganlah membiarkan anak-anak anda tidur tanpa ciuman selamat malam,

20. Terimalah yang kadangkala anda bukanlah ibubapa yang sempurna. Ini akan mengurangkan stress menjadi ibu bapa.

21. Jangan selalu membawa bebanan kerja pejabat ke rumah. Anak-anak akan belajar bahawa kerja pejabat selalunya lebih penting daripada keluarga.

22. Anak menangis untuk melegakan keresahan mereka tetapi kadangkala cuma untuk sound effect sahaja. Bagaimanapun dengarilah mereka, dua puluh tahun dari sekarang anda pula yang akan menangis apabila rumah mula terasa sunyi. Anak-anak anda mula sibuk mendengar tangisan anak mereka sendiri.

NAMA-NAMA YANG DILARANG DALAM ISLAM

Memang ramai yang suka menggabungkan nama suami dan isteri tetapi adakah ia menghasilkan makna yang baik? Ketahuilah nama juga merupakan gambaran bagi sifat, gaya hidup dan pemikiran kedua ibu bapa seseorang.

Nama seperti Rozana, Suzana atau yang menggunakan nama ‘zana’, bunyinya sedap sekali tapi maknanya ‘berzina’ atau pun nama ‘wati’ yang bererti ‘bersetubuh’. Jadi elakkanlah menggunakan nama-nama tersebut.

Di dalam perawatan Islam juga terdapat beberapa nama yang sebaiknya dielakkan untuk diberikan kepada putera-puteri anda kerana maknanya yang tidak elok, buruk dan boleh mendatangkan masalah di kemudian hari. Hindarilah agar tidak bertembung dengan nama-nama jin. Contohnya;

1. Balqis – ketua jin

2. Qistina/Kistina – penghulu jin

3. Najwa – bisikan

4. Zaqwan/Zaquan – anak jin

5. Haikal/Haiqal – tengkorak

6. Badrisha/Badlisha/Herisha

Anak-anak ini bermungkinan akan menimbulkan banyak masalah, seperti sering sakit, berpenyakit ‘berat’ dan kronik, degil, kerap menangis, memberontak, hiperaktif dan sebagainy

Berikut adalah sebahagian daripada nama-nama lain dalam Islam yang harus dielakkan dan dihindari bagi menamakan bayi anda:

A
Abiqah Hamba yang lari dari tuannya
Abkam Tidak celik, buta
Afinah Yang bodoh
Amah Hamba suruhan perempuan
Asiah Wanita yang derhaka
Asyar Paling jahat
Asyirah Yang tidak bersyukur atas nikmat
Aznie Aku berzina


B
Baghiah Yang zalim, jahat
Bahimah Binatang
Bakiah Yang menangis, merengek
Balidah Yang bodoh, bebal
Baqarah Lembu Betina
Batilah Yang batil, tidak benar


D
Dabbah Binatang
Dahisyah Goncang, stress
Dahriyah Yang mempercayai alam wujud dengan sendirinya
Dami’ah Yang mengalir air matanya
Daniyah Yang lemah dan hina
Darakah Kedudukan yang rendah


F
Faji’ah Kecelakaan
Fajirah Yang jahat, yang berdosa
Fasidah Yang rosak, yang binasa
Fasiqah Yang jahat, si fasik
Fasyilah Gagal, kalah
 

G
Ghafilah Yang lalai, yang leka
Ghaibah Hilang
Ghailah Kecelakaan, bencana
Ghamitah Yang tidak mensyukuri nikmat
Ghasibah Perampas, perompak
Ghawiah Yang sesat, yang mengikut hawa nafsu
 

H
Haqidah Yang dengki
Hasidah Yang hasad
Hazinah Yang sedih
Huzn Kesedihan
 

J
Jafiah Yang tidak suka berkawan
Jariah Hamba suruhan perempuan
 

K
Kafirah Yang kafir, yang ingkar
Kaibah Yang sedih
Kamidah Yang hiba, yang sangat berduka
Kazibah Pendusta, pembohong
Khabithah Yang jahat, yang keji
Khali’ah Yang tidak segan silu, mengikut hawa nafsu
Khamrah Arak
Khasirah Yang rugi
Khati’ah Yang bersalah, yang berdosa
 

L
Laghiah Sia-sia, tidak berfaedah
Lahab Bara api
Lahifah Yang sedih, menyesal dan dizalimi
La’imah Yang tercela
Lainah Yang terkutuk
 

M
Majinah Yang bergurau senda tanpa perasaan malu
Majusiah Agama menyembah api atau matahari
Maridah Yang menderhaka
Munafikah Yang munafik
Musibah Celaka, bencana, kemalangan
 

N
Najisah Yang najis dan kotor
Nariah Api
Nasyizah Yang menderhaka dan melawan suami
 

Q
Qabihah Yang buruk, hodoh
Qasitah Yang melampaui batasan dan menyeleweng dari kebenaran
Qatilah Pembunuh
Qazurah Kejahatan, perzinaan
 

R
Rajimah Yang direjam, yang dilaknat
Razani Kepala zakar lelaki
Razi’ah Kecelakaan, musibah
Razilah Yang keji dan hina
 

S
Safih Insan Manusia bodoh
Safilah Yang rendah dan hina
Sahiah Yang pelupa
Sharrul / Sharru Jahat
Sakirah Pemabuk
Sakitah Yang jatuh, yang hina, yang jahat
Syafihah Yang bodoh
Syani’ah Yang buruk
Syaqiyah Yang menderita
Syaridah Yang diusir
Syariqah Pencuri
Syarisah Yang buruk akhlak
Syarrul Bariyyah Sejahat-jahat manusia
Syatimah Maki hamun
 

T
Tafihah Karut
Talifah Yang rosak, yang binasa
Talihah Yang tidak baik
Tarbiyah Yang papa kedana
Tarikah Anak dara tua
 

W
Wahiah Yang lemah, yang jatuh, yang buruk
Wahimah Yang lemah
Wahinah Penakut
Wailah Bencana, keburukan
Wajilah Penakut
Waqi’ah Pertempuran dalam peperangan, umpatan
Waqihah Yang kurang sopan dan malu
Wasikhah Yang kotor
Wasyiah Yang mengumpat, yang mengadu dombakan orang
Wati/Waty Nama Hindu/tiada makna
Wathy / Wathi Bersetubuh
 

Y
Yabisah Yang kering, yang sedikit kebaikannya
Yaisah Yang berputus asa
 

Z
Zalijah Kebinasaan
Zalilah Yang hina
Zalimah Yang zalim
Zaniyah Penzina, pelacur
Zufafah Racun pembunuh

TIPS MENJAGA BUAH PINGGANG



 
 
** Minuman yang diambil hendaklah melebihi dua liter sehari terutama orang yang bekerja kuat serta berpeluh dan cuba elakkan dari memakan kacang tanah, kacang putih dan segala kacang bergaram ,buah-buahan jeruk kering seperti asam boi dan buah kana.

** Memakan mi segera seperti mi maggi dan makanan rapu seperti twisties, chikadess, serta mi kuning dan roti canai memudahkan penyakit buah pinggang menyerang (Gantikan mi kuning dengan spageti dan roti canai dengan capati dan tosei)

** Minuman seperti nescafe, air sunquick, oren squash dan segala minuman berperisa juga perlu dielakkan kerana kandungan utama minuman ini mempunyai bahan kimia pewarna dan perisa, meminum teh kedai juga wajar dielakkan kerana teh kedai adalah teh ‘recycle’ yang semata-mata dibuat dari bahan kimia pewarna dan perisa.

** Pengambilan Coklat perlu dielakan dan meminimunkan pengambilan air milo dan gantikannya dengan horlick , dilarang sama sekali pengambilan minuman bergas kerana merosakkan buah pinggang.

** Kurangkan pengambilan ayam daging kerana mengandungi beta agonist dan pelbagai hormon penggemuk. Ayam ini dibesarkan diladang selama 31 hari sahaja akibat diberikan ubat-ubatan. Cuba gantikan dengan ayam kampung atau ayam dijual dipasar yang kulitnya berwarna kuning. Ayam ini tidak mengandungi ubat-ubatan terlarang.

Mencegah adalah lebih baik dari merawat..

Saturday, 17 August 2013

ZIKIR MENJANA OTAK



Otak adalah bahagian badan yang paling penting bagi manusia. Otak mengawal segala pergerakan manusia. Segala ransangan atau perubahan keadaan akan ditafsir oleh otak sebelum tindak balas dan respons dilakukan oleh manusia.

Otak adalah terdiri daripada aktiviti-aktiviti bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang dipertanggungjawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu bagi membolehkan ia berfungsi dengan sempurna. Setiap hari 14 juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan 16 juta saraf dari anggota tubuh yang lain. Semua aktiviti yang kita lakukan dan kefahaman atau ilmu yang kita peroleh adalah natijah daripada aliran interaksi bio-elektrik yang tidak terbatas.
Berzikir adalah perbuatan mengulangi beberapa perkataan yang memuji dan memuja Allah. 

Perkataan-perkataan tersebut lazimnya dilakukan berulang-ulang kali dengan penuh tumpuan dan kekhusyukan.

Apakah perkaitannya antara zikir dan otak??

"(Iaitu) orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingati Allah (berzikir). Ketahuilah, dengan mengingati Allah (berzikir), hati manusia menjadi tenang" (Surah ar-Ra'du : 13)

Apabila seseorang itu berzikir dengan mengulangi kalimat-kalimat Allah, seperti Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahuakbar, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif. Ini menyebabkan berlakunya satu aliran bio-elektrik di kawasan-kawasan saraf otak tersebut. Apabila zikir disebut berulang-ulang kali, aktiviti saraf ini menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-elektrik.

Lama-kelamaan kumpulan saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kumpulan saraf yang lain untuk turut sama aktif. Dengan itu, otak menjadi aktif secara keseluruhan. Otak mula memahami perkara baru, melihat dari sudut perspektif berbeza dan semakin kreatif dan kritis, lebih dari sebelum berzikir. Otak yang segar dan cergas secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.

Satu kajian yang dilakukan di Universiti Washington dan ujian ini dilakukan melalui ujian imbasan PET yang mengukur kadar aktiviti otak manusia secara tidak sedar. Hasil kajian makmal yang dilakukan terh
adap subjek ini dimuatkan dalam majalah Scientific American, keluaran Disember 1993. Dalam kajian ini, sukarelawan diberikan satu senarai perkataan benda. Mereka dikehendaki membaca setiap perkataan tersebut satu persatu dan mengaitkan perkataan-perkataan dengan kata kerja yang berkaitan. Apabila sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bahagian berbeza otak mempamerkan peningkatan aktiviti saraf, termasuk di bahagian depan otak dan korteks.

Menariknya, apabila sukarelawan ini mengulangi senarai perkataan yang sama berulang-ulang kali, aktiviti saraf otak merebak pada kawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain. Apabila senarai perkataan baru diberikan kepada mereka, aktiviti saraf kembali meningkat di
kawasan pertama. Ini sekali gus membuktikan secara saintifik bahawa perkataan yang diulang-ulang seperti perbuatan berzikir, terbukti meningkatkan kecergasan otak dan menambah kemampuannya.

Saintis Barat baru sahaja (tidak sampai 20 tahun) menemui keajaiban hasil daripada pengulangan perkataaan yang akan mengaktifkan aktivit saraf, seterusnya meningkatkan produtiviti otak, sedangkan kita sebagai orang Islam sudah beribu-ribu tahun ditunjukkan akan keajaiban ini, namun masih buta dan tuli dalam memanfaatkan peluang ini. Akibatnya, kita semakin ke belakang, sedangkan Barat semakin ke hadapan hasil kejayaan mereka mencuri 'harta-harta' yang menjadi milik kita, tetapi dibiarkan dimanfaatkan oleh orang lain.

"Sesungguhnya Kami jadikan untuk isi Neraka Jahannam kebanyakannya daripada jin dan manusia, mereka mempunyai hati (tetapi tidak dipergunakannya) untuk memahami (ayat-ayat Allah) , mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (bukti keesaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ajaran dan nasihat). Mereka itu seperti binatang ternakan, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang yang lalai" ( Surah al-A'raf: 179)

Manfaatkan kelebihan ini, wahai Umat Islam semua!!!  Wallahuaklam.

Source: copy&paste

KISAH AINUL MARDHIAH BIDADARI SYURGA

Kisah Ainul Mardhiah...( bidadari syurga)

Bidadari merupakan salah satu anugerah Allah kepada seorang lelaki yang memasuki syurga. Bagi seorang wanita yang solehah maka bidadari bagi suaminya adalah dikalangan bidadari2 kurniaan Allah dan dia (isteri solehah merupakan ketua kepada segala bidadari- bidadari).
Berjihad/berdakwah untuk agama Allah swt merupakan satu amalan yang akan menjadi kesukaan Allah swt dan ini merupakan sunnah besar nabi SAW dan kalangan sahabat-sahabat r.hum. Setiap manusia yang mati walaupun berapa umurnya maka akan ditanya dimanakah masa mudanya dihabiskan.

Rasulullah saw bersabda“Tidak akan berganjak kaki anak Adam di Hari Kiamat hingga disoal tentang empat perkara: tentang usianya pada apa dihabiskannya, tentang masa mudanya apa yang telah diperjuangkannya, tentang hartanya dari mana datangnya dan ke mana telah dibelanjakannya dan tentang ilmunya apa yang telah dibuatnya.”(Hadith sahih riwayat Tirmizi)

Ainul Mardhiah (bidadari untuk orang yang berjihad/berdakwah untuk agama Allah swt.)

Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 58

Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
QS. ar-Rahman (55) : 70

(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
QS. ar-Rahman (55) : 72

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 74

'Ainul Mardhiah merupakan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari-bidadari yang lain (bermaksud mata yang di redhai). Suatu pagi (dalam bulan puasa) ketika nabi memberi targhib (berita-berita semangat di kalangan sahabat
untuk berjihad/berdakwah untuk agama Allah) katanya siapa-siapa yang keluar di jalan Allah tiba-tiba ia syahid, maka dia akan dianugerahkan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari2 syurga. Mendengar berita itu seorang sahabat yang usianya muda teringin sangat hendak tahu bagaimana cantiknya bidadari tersebut,
tetapi di sebabkan sahabat ini malu hendak bertanyakan kepada nabi saw,kerana malu kepada sahabat-sahabat yang lain. Namun dia tetap memberi nama sebagai salah sorang yang akan keluar di jalan Allah. Sebelum Zohor sunnah nabi akan tidur sebentar
(dipanggil khailulah, maka sahabat yang muda tadi juga turut bersama jemaah yang hendak berangkat tadi tidur bersama-sama sekejap.Tiba-tiba dalam tidur sahabat tersebut dia bermimpi berada di satu tempat yang sungguh indah, dia bertemu dengan seorang yang berpakaian yang bersih lagi cantik dan muka yang berseri2,lalu di tanya sahabat ini ,di manakah beliau berada,lalu ada suara yang menjawab,inilah syurga,tiba2 dia menyatakan hasrat untuk berjumpa dengan 'Ainul Mardhiah (bidadari yang Nabi saw bagitahu tadi),lalu ditunjuknya di suatu arah maka berjalanlah sahabat ini, disuatu pepohon beliau mendapati ada seorang wanita yang tak
pernah dia lihat kecantikan yang sebegitu,tak pernah dilihat didunia ini,lalu diberikan salam dan sahabat ini bertanya, andakah ini Ainul Mardhiah,wanita itu menjawab ehh tidakk(lebih kurang macam tu la dalam bahasa kita),saya penjaganya,Ainul Mardhiah ada di dalam singgahsana di sana.

Lalu dia berjalan dan memasuki satu mahligai yang cukup indah dan mendapati ada seorang lagi wanita yang kecantikannya berganda-ganda daripada yang pertama tadi di lihatnya, sedang mengelap permata-mata perhiasan di dalam mahligai,lalu diberi salam dan di tanya lagi adakah ini Ainul Mardiah lalu wanita itu menjawab,eh tidak, saya hanya penjagaya di dalam mahligai ini,Ainul Mardiah ada di atas mahligai sana, lalu dinaikinya anak-anak tangga mahligai permata itu, kecantikkannya sungguh mengkagumkan,lalu sahabat ini sampai ke satu mahligai dan mendapati seorang wanita yang berganda-ganda cantik dari yang pertama dan berganda-ganda catiknya dari yang kedua yang beliau jumpa tadi,dan tidak pernah di lihat di dunia,lalu wanita itu berkata,akulah Ainul Mardhiah, aku diciptakan untuk kamu dan kamu diciptakan untuk aku,bila lelaki itu mendekatinya wanita itu menjawab,nanti kamu belum syahid lagi,tersentak daripada itu pemuda itu pun terjaga dari tidurnya lalu dia menceritakan segala-galanya kepada sahabat lain, namun begitu dia memesan agar jangan menceritakan cerita ini kepada Nabi SAW,tapi sekiranya dia syahid barulah di ceritakan kepada Nabi saw.

Petang itu pemuda itu bersama-sama dengan jemaah yang terdapat Nabi saw di dalamnya telah keluar berperang/berjihad lalu ditakdirkan pemuda tadi telah syahid. Petang tersebut ketika semua jemaah telah pulang ke masjid, di waktu hendak berbuka puasa maka mereka telah menunggu makanan untuk berbuka (tunggu makanan adalah satu sunnah nabi). Maka kawan sahabat yang syahid tadi telah bangun dan merapati nabi saw dan menceritakan perihal mimpi pemuda yang syahid tadi.

Sahabat pemuda yang syahid tadi,dalam menceritakan kepada nabi saw,Nabi saw menjawab benar,benar,benar sepanjang cerita tersebut. Akhirnya nabi SAW berkata memang benar cerita sahabat kamu tadi dan sekarang ini dia sedang menunggu untuk berbuka puasa di syurga..


Source : Blog Wirapendang

Sunday, 23 June 2013

ULAMA DAN POLITIK

Ulama' itu ialah mereka yang takut hanya kepada Allah dari kalangan mereka yang diberi pengetahuan dan kefahaman oleh Allah Azza Wajalla tentang Islam yang lengkap dan syumul itu. Untuk menjelaskan perkara ini Allah berfirman surah Fatir ayat 28 yang bermaksud "Hanyasanya yang takut kepada Allah dari kalangan hamba-hambaNya ialah ulama."

Untuk menentukan kedudukan mereka di dalam Islam. Allah berfirman lagi dalam surah Az-Zumar ayat 9 yang maksudnya: "Katakan (wahai Muhammad) apakah sama golongan yang berilmu dengan tidak berilmu, sesungguhnya yang mempunyai aqal fikiran yang waras sahaja yang selalu ingatkan perintah Allah".

Firman Allah lagi yang bermaksud: "Allah mengangkat darjat orang yang beriman dan golongan yang berilmu pengetahuan dan Allah amat mengetahui apa yang kamu kerja- kan". (Surah Al-Mujadalah ayat 11). Untuk menjelaskan perkara-perkara yang sama, Rasulullah s.a.w bersabda yang aksudnya:"Sesiapa yang melalui sesuatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan, Allah memudahkan baginya jalan ke syurga dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya untuk penuntut ilmu kerana berpuas hati dengan perbuatannya, dan sesungguhnyaa orang-orang yang alim itu meminta ampun baginya oleh sekalian yang ada di langit dan di bumi sehinggalah ikan-ikan di air turut meminta ampun baginya.

Dan kelebihan orang alim berbanding dengan orang yang beribadah seperti kelebihan bulan berbanding sekalian bintang. Dan para ulamak itu adalah pewarisnya kepada para nabi, dan sesungguhnya para Nabi itu tidak meninggalkan emas dan perak malahan mereka meninggalkan ilmu pengetahuan. Sesiapa yang menerimanya maka ia mendapat bahagian yang cukup sempurna."

Ternyata daripada pembincangan di atas bahawa ulama' itu mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Rasulullah s.a.w meletakkan mereka sebagai pewarisnya para Nabi. Pewarisnya para nabi bermaksud "...ganti di dalam urusan menjaga agama dan mentadbir dunia dengannya".

Islam menghendaki supaya para ulama' menjadi pengganti nabi dalam urusan mentadbir dunia dan menjaga agama. Itulah yang difahami oleh para sahabat nabi dan para cerdik pandai Islam.Saidina Abu Bakar As-Siddiq, Umar Ibnul Khatab, Uthman Affan, Ali Bin Abi Talib dan lain-lain daripada khulafa' mengambil tempat Baginda Rasulullah s.a.w dalam urusan yang kita sebutkan di atas. Justeru itu, para cerdik pandai Islam yang menulis buku di bidang sakhsiah dan pentadbiran Baginda menyatakan bahawa jawatan-jawatan penting di dalam negara seperti khalifah, perdana menteri dan para hakim hendaklah disandang oleh para ulama' mujtahidin dari kalangan umat Islam.

Hal ini saudara akan dapati bila saudara-saudara membaca buku-buku yang ditulis oleh Imam Asy-Syafie, Al-Marbawi, Abu Ya'la, Ibnu Khaldun,Imam Haraimani, Imam Al- Ghazali dan lain-lain.Tertolak dari kajian-kajian dan kenyataan-kenyataan yang dibuat oleh para alim ulama' yang muktabar di zaman silam maka para penulis dan penganalisa Islam di zaman sekarang ini membuat beberapa rumusan antara lain:

1. Pemerintahan Islam itu adalah pemerintahan yang berasaskan agama. Hal ini antara lainnya diasaskan kepada kata-kata Imam Al-Ghazali "Agama itu asas dan kerajaan itu pengawal. Maka sesuatu yang tidak mempunyai asas ia akan tumbang dan sesuatu yang tidak ada pengawalnya ia akan hilang." 

2. Ia merupakan kerajaan yang dipandu oleh para ulama'. Hal ini adalah dipetik dari beberapa rumusan yang dibuat oleh para cendekiawan Islam yang mengatakan bahawa mengetahui syariat Islam sampai kepada peringkat ijtihad adalah salah satu daripada syarat-syarat kelayakan untuk menjadi ketua negara, perdana menteri dan hakim di dalam negara Islam.Dan hendaklah kamu menjalankan hukum (pemerintahan) di kalangan mereka berdasarkan kepada apa yang diturunkan oleh Allah.

Siapakah yang lebih arif tentang apa yang diturunkan oleh Allah kalau tidak para ulama'. Piagam Madinah jelas menyatakan bahawa rujukan kepada kerajaan Islam itu ialah kitab Allah dan Sunnah Rasulullah. Maksudnya:"Dan sesungguhnya apa jua yang berlaku di kalangan mereka yang menandatangani piagam ini, yang khuatiri berlaku kerosakan/ kehuruharaan maka kitab Allah dan sunnah RasulNya menjadi rujukan. "

Mengimbas kembali kepada apa yang dibentang dan apa yang berlaku di zaman Rasululullah s.a.w. dan zaman para Khulafa Ar- Rayidin mengajak kita berfikir dan membuat rumusan tentang kedudukan ulama' di dalam politik di sesebuah negara. Ia bukan sekadar melibatkan diri di dalam politik malahan menjadi tunggak kepada kepimpinan negara.

Hal ini jelas apabila Al-Imam Al-Mawardi mengatakan antara lain " Apabila berlaku kekosongan jawatan ketua negara maka dua golongan masyarakat haruslah tampil ke hadapan untuk mengisi kekosongan itu. Golongan pertama ialah golongan yang mempunyai kelayakan menjadi calon (ketua negara) manakala golongan kedua pula ialah golongan yang layak menjadi penapis calon. Golongan yang layak menjadi calon sudah barang tentu dari kalangan ulama' kerana salah satu daripada syarat-syarat kelayakan itu ialah memahami syariat sampai ke peringkat ijtihad".

Golongan ulama' bukan sekadar menjadi penasihat kepada negara/kerajaan tetapi mereka adalah pemegang polisi dan pelaksana kepada dasar negara.
Perancangan mengenai kedudukan ulama' dan keterlibatan mereka dalam politik tanahair berlaku
apabila negara-negara umat Islam disekularismakan oleh penjajah. Merekalah yang memisahkan agama dan politik. Mereka mendualismakan cara hidup umat Islam. Satu cara hidup perseorangan dan sekeluargaan dan satu lagi cara hidup bernegara.

Mereka mengekalkan cara hidup kekeluargaan mengikut hukum-hakam Islam, manakala cara hidup bernegara mereka pisahkan daripada Islam. Hal ini menjadikan sistem politik, pentadbiran, perundangan pendidikan, kemasyarakatan, perekonomian dan lain-lain di negara umat Islam dipisahkan daripada sistem Islam.

Justeru itu dalam sesebuah negara umat Islam hari ini diwujudkan dua penasihat: penasihat agama yang dinamakan mufti dan satu lagi penasihat undang-undang.Namun demikian para mufti tidak diberi apa-apa kuasa/peranan yang mustahak di dalam sesebuah negara. Mereka tidak dianggap orang penting. Pandangan mereka tidaklah wajib ditaati oleh kerajaan berbeza dengan penasihat undang-undang/peguam negara.

Ekoran daripada itu institusi ulama' tidak diberi penghargaan dan penghormatan yang sewajarnya.
Dalam keadaan begini ulama' pula berpecah kepada beberapa golongan. Hal ini bolehlah kita dapati di dalam perbincangan yang selanjutnya.

Ulama Islam Di Zaman Sekarang bolehlah dibahagikan kepada lima kumpulan:

1) Ulama' yang baik, bertaqwa, ikhlas, amalan dan ibadat mereka semata-mata kepada Allah. Namun demikian mereka mengasingkan diri daripada dunia. Mereka tidak mengambil tahu tentang permasalahan orang Islam walaupun sedikit.
Mereka saling tak tumpah seperti ahli-ahli tasawuf di zaman mutakhir Islam iaitu tasawuf yang negatif yang mengasingkan diri daripada dunia. Mereka melihat bahawa menjauhi diri daripada dunia adalah satu jalan selamat untuk mereka dan suatu amalan bertaqarrub kepada Allah Azza Wajalla.
Oleh kerana itu terdapat terlalu ramai dari kalangan orang-orang Islam dewasa ini yang menjadi mangsa kepada segala taghut dan sizalim.Ulama' tidak mengambil tanggung- jawab dalam mempertahankan orang-orang Islam samada pada hak-haknya, aqidahnya, kemuliaannya, kehormatannya dan lain-lain lagi.
Taghut (yakni pemerintah yang mementingkan diri sendiri sifat mengumpul harta dgn cara yang tak baik,menghalalkan arak dan judi,riba ,maksiat , menolak hukum Allah dan sebagainya) terus bermaharajalela tanpa mendengar sebarang peringatan dan nasihat untuk berbuat kebaikan.Sepatutnya para alim ulama' memberitahu betapa si zalim akhirnya pasti akan mendapat tentangan yang hebat daripada rakyatnya.

Kumpulan ulama' seperti ini terus membuang amalan yang dilakukan oleh orang yang terdahulu dari mereka. Walau apa pun yang terjadi mereka tidak bersedia untuk turun ke medan demi untuk menghayati firman Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam surah Ali-Imran:104. Dan untuk menghayati sabda junjunganNya.

2- Golongan yang sangat setia kepada Islam, cemburu kepadanya namun begitu mereka terlalu baik hati, niat mereka terlalu ikhlas. Mereka memberikan penilaian bahawa setiap orang yang mencium tangannya, menghadirkan diri di dalam majlis zikir serta menghadiri jemputan mereka sebagai orang yang cintakan agamanya.

Justeru itu ramai di kalangan penipu yang berjaya menipu ulama' yang seperti ini. Mereka dikurniakan untuk berkhutbah di masjid-masjid, di majlis-majlis kempen pilihan raya untuk memberi sokongan kepada "fikr" (individu) tertentu.
Tulisan-tulisan mereka memihak dan memuja-muja orang-orang tertentu pada hal orang yang dipuji adalah orang yang paling ketat permusuhannya dengan Islam, kalau mereka mempunyai sedikit sifat "huzr" sudah barang tentu mereka tidak dapat diperalatkan oleh golongan itu.

3) Mereka yang sangat cintakan agama, cemburu kepadanya. Mereka menjalankan amar ma'ruf dan nahi mungkar, akan tetapi mereka lupa kepada ruh as-syariah dan risalahnya di bidang kemasyarakatan dan sosial. Mereka terlalu mengambil berat tentang solat, siam dan lain-lain syiar agama namun begitu mereka tidak mengambil "haqna" tentang maqasid asy-syariah. Mereka tidak begitu mengambil peduli bahawa solat, siam, dan lain-lain syiar Islam sebagai pusat latihan untuk manusia, latihan moral, hati dan lain-lain.

Oleh kerana itu kita dapati mereka ini berlumba-lumba menunaikan solat bila mendengar azan namun demikian mereka masih memakan riba, mereka masih menjadi si zalim, pengkhianat bangsa dan negara. Mereka bermusuh dengan lelaki yang memakai emas tetapi terus membisu terhadap pemerintah yang tidak melaksanakan hukum-hukum syariah dan terlibat dengan rasuah.

Jika mereka ditanya siapa yang lebih besar dosanya di sisi Allah, yang memakai cincin emas atau pemimpin yang tidak menjalankan hukum Allah? Mereka sudah tentu akan menjawab bahawa pemerintah yang tidak menjalankan hukum Allah itu lebih besar dosanya. Tetapi mereka terus membisu.

4) Ulama' jahat Mereka mencari makan dengan menggunakan agama dan mempergunakan syariat. Mereka menghampiri semua taghut, bersahabat dengan semua yang jahat dan zalim, mereka terus menyokong golongan tersebut. Islam tercabar oleh mereka.
Gerakan Islam difitnah oleh mereka. Mereka tidak merasa malu untuk mengatakan bahawa perjuangan untuk menegakkan Islam adalah perjuangan sesat, pecah belah masyarakat, keterlaluan dan tidak sederhana dan sebagainya.

Pada mereka dikata orang: Si fasiq yang melakukan segala maksiat kerana untuk mendapat harta dan kelazatan hidup dunia lebih bertaqarrub kepada Allah berbanding dengan si alim yang menjadi pengampu kepada segala yang taghut. Mereka mengkhianati Allah dan RasulNya serta amanah kaum muslimin. Mereka mengkhianati amanah ummah dengan memberi sokongan kepada si penjenayah.

5) Ulama' muslihun harkiyun Mereka memahami bahawa Islam satu cara hidup yang membawa kesejahteraan kepada manusia. Islam pembebas ummah daripada memperhambakan diri kepada yang lain daripada Allah. Mereka ini berhempas pulas berusaha untuk mengajak ummah kembali menghayati syariatnya di samping mengajak ummah manusia seluruhnya menganut agama Islam.

Keterlibatan mereka di dalam kerja-kerja Islam sangat kelihatan. Begitu juga dalam kancah politik tanah air tidak dapat dinafikan lagi. Mereka memberi kesedaran betapa perlunya umat Islam membebaskan diri dari belenggu penjajahan samada penjajahan politik, ekonomi, pemikiran dan lain-lain lagi.

Hampir keseluruhan negara umat Islam mencapai kemerdekaan melalui usaha-usaha mereka yang gigih itu, namun demikian usaha mereka untuk menjadikan umat menghayati syariatnya dalam semua aspek belum mendapat kejayaan.

Ini adalah disebabkan kerana negara-negara umat Islam meminggirkan para ulama' daripada pentadbiran dan pemerintahan negara selepas mencapai kemerdekaan. Akhirnya mereka menjadi musuh buruan oleh pemerintah yang juga mengaku ianya Islam. Atas nama Islam mereka ditangkap, dipenjara dan berbagai-bagai lagi.Mereka bukan sahaja dikecam oleh pemerintah tetapi juga oleh golongan ulama' yang boleh dipergunakan oleh pemerintah.

Kalau golongan ulama' yang pernah digunakan oleh para pemerintah sedar, lebih-lebih lagi jika dikaitkan dengan situasi yang ada sekarang ini, maka sudah tentu mereka dapat mengerti bahawa yang sebenarnya menjadi musuh kepada kerajaan warisan penjajah itu ialah Islam.

Siapa sahaja yang ingin melaksanakan Islam - yang hendak menerangkan Islam seperti mana yang dilaksana dan diterangkan oleh al-Quran dan as-Sunnah - pasti akan mendapat tentangan daripada kerajaan warisan itu.

Justeru itu para alim ulama' hari ini haruslah memahami betul-betul sabda junjungan kita s.a.w.: Maksudnya:"Bandingan orang yang tegak lurus di atas landasan syariat dengan orang yang melanggarnya, saling tak tumpah seperti suatu kumpulan yang sama-sama memberi saham di dalam membeli/menaiki sebuah bahtera.

Satu golongan mendapat di bahagian bawah dan satu golongan lagi mendapat di bahagian atas. Kumpulan yang berada di bahagian bawah apabila mengingini air terpaksa menaiki tingkat atas dan menyusahkan kawan-kawan mereka. Lalu mereka berfikir sekiranya bahagian mereka di sebelah bawah dibocorkan senanglah mereka mendapat air (tidak payah naik ke tingkat atas lagi) Kalau sekiranya kehendak mereka diberikan nanti semua mereka akan mati, tetapi sebaliknya kalau kehendak mereka itu disekat semua orang akan selamat."

Betapa jelasnya hadith ini menerangkan kepada kita kalau sekiranya golongan perosak itu dibiarkan berkuasa sudah barang tentu agama kita dimusnahkan dan negara kita akan dihancurkan. Jalan selamat ialah para alim ulama' haruslah bersatu mengemblengkan tenaga dan fikiran untuk menangani masalah politik tanah air.

Mungkin orang akan mempersoalkan apakah yang boleh dilakukan oleh para ulama'? Banyak sekali kerja yang boleh dilakukan oleh para ulama' di dalam menangani keadaan yang ada sekarang ini. Antara lain:
1) Bertindak menjelaskan Islam dari semua sudut dan aspek kepada semua lapisan masyarakat.

2) Mengadakan perbandingan yang rapi dan terperinci antara Islam dan yang bukan Islam dalam semua aspek seperti ekonomi, undang-undang, politik, pentadbiran, pemerintahan dan sebagainya.

3) Menghapuskan segala kekeliruan yang diperlakukan kepada Islam.

4) Mentarbiyyah dan mendidik orang-orang Islam supaya benar-benar mengerti Islam dan perjuangan untuk menegakkan Islam.

5) Menyusun rapi segala tenaga yang telah dididik supaya semuanya berfungsi dan berperanan.
6) Menjadi benteng kepada Islam untuk menghadapi segala cabaran golongan taghut dan seterusnya mengundurkan golongan tersebut dari kerusi masing-masing melalui cara-cara yang dihalalkan oleh undang-undang.
7) Melibatkan diri dalam semua kegiatan kemasyarakatan dan politik tanah air.
8) Menjaga batas-batas iman dan kufur.

Source.....Penawar Kalbu

MENCARI MALAM LAILATUL QADAR - PETUA IMAM GHAZALI


Pesan junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W adalah,
malam lailatul qadar berlaku pada satu malam daripada 10
 malam terakhir (hari ganjil) bulan ramadhan.
 Petua oleh Imam Ghazali dan lain-lain ulama untuk cari 
mencari malam Lailatul Qadar;
 

Jika awal ramadhan jatuh pada hari:
I) Ahad atau rabu malam lailatul qadar dijangka berlaku 
pada malam 29 ramadhan
II) Isnin – malam lailatul qadar dijangka berlaku pada 
malam 21 ramadhan;
III) Selasa atau jumaat – malam lailatul qadar dijangka 
berlaku pada malam 27 ramadhan;
IV) Khamis- malam lailatul qadar dijangka berlaku pada 
malam 25 ramadhan;
V) Sabtu- malam lailatul qadar dijangka berlaku pada malam 
23 ramadhan;
Kata Sheikh Abu Hassan bahawa bermula dari dia mencapai 
akil  baligh, dia sentiasa dapat menghidupkan malam lailatul 
qadar pada malam yang tepat mengikut petua diatas. 
Walau bagaimanapun, janganlah  hanya beribadat pada 
malam ini sahaja, carilah malam lailatul qadar pada 
malam-malam ganjil yang lain juga.
Tanda malam lailatul qadar ialah :
 Malam itu tenang, tidak dingin dan tidak panas;
Siangnya cahaya matahari warnanya pucat;

Pada malam itu malaikat Jibril akan menyalami orang yang 
beribadat pada malam itu dan tandanya ialah kita tiba-tiba 
rasa sangat sayu dan kemudiannya menangis teresak-esak 
secara tiba-tiba.
Marilah kita beramai-ramai memeriahkan suasana 10 
malam terakhir ramadhan dengan beribadat kepada Allah 
swt dengan ikhlas dan penuh keimanan, mudah-mudahan 
kita akan mendapat kurniaan Allah yang kelebihannya 
pahalanya melebihi – 1000 bulan atau 83 tahun umur kita.


Source..Blog Penawar Kalbu

Keajaiban Menderma

  Dalam 1 program TV di Amerika, pengacara siaran tersebut mengiklankan tentang seorang pesakit yang memerlukan pembedahan segera yang berha...